Covid -19 Varian Omicron Masuk Lampung, Reihana : Hasil Laboratorium Belum Diketahui

| 286 views

LAMPUNGNEWSPAPER.COM, BANDARLAMPUNG – Beredar isu melalui pesan berantai WhatsApp ada satu orang warga Bandarlampung terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.

Adapun isi dari pesan WhatsApp tentang penyebaran Covid-19 varian omicron yang beredar di masyarakat Lampung bertuliskan. “Rekan-rekan sekalian hari ini terdeteksi 1 orang Warga Bandar Lampung yang terpapar Covid-19 varian Omicron, untuk itu ingatkan terus masyarakat tentang prokes ketat,” isinya

“Aktifkan kegiatan PPKM skala mikro dan lakukan 3T kepada orang yang kontak erat dengn warga yang terpapar, Salam sehat selalu,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, memang ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi belum diketahui benar terkonfirmasi Omicron atau bukan.

Ia menjelaskan, satu orang yang positif Covid-19 itu sudah melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dan hasil pemeriksaan baru akan dikirim ke pusat.

“Berita dari mana itu?. Hari ini memang ada konfirmasi positif 1 orang. Tapi belum tau apakah dia varian omicron atau bukan, karena hasil laboratorium belum keluar dari pusat,” tegasnya kepada awak media saat memberikan keterangan, Kamis (14/1).

Menurutnya, memang orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut mempunyai riwayat perjalanan ke luar kota.

“Memang ia ada riwayat ke luar kota, yaitu Bogor. Namun saya belum mengetahui juga jenis kelaminnya laki atau perempuan, tapi info yang saya dapat gejalanya sama seperti terinfeksi Covid-19 biasa,” ujarnya.

Selain itu, Reihana menyampaikan, bahwa vaksin Pfizer yang saat ini ada di Lampung akan memasuki masa kedaluwarsa dan diperkirakan pada Januari 2022 mendatang vaksin tersebut tidak bisa dipakai oleh masyarakat setempat.

“Saat ini kita lihat untuk provinsi Lampung kami itu punya vaksin yang mau kedaluwarsa yaitu vaksin Pfizer,” jelasnya

Tetapi, untuk kepastian berapa banyak total vaksin Pfizer yang akan kedaluwarsa di Lampung (Tahun 2022) belum diketahui secara jelas.

“Enggak hapal berapa jumlahnya tapi kalau berdasarkan proposal yang diajukan ke Kementerian Kesehatan RI ada sekitar 14 juta penduduk itu artinya kita perlu 14 juta dosis vaksin,”ujarnya.

Maka dari itu, sebelum vaksin Pfizer kedaluarsa maka pihak Dinas Kesehatan Lampung meminta izin kepada kementerian kesehatan agar melakukan booster atau dosis ketiga sejak tanggal 5 Januari 2022 supaya tidak ada mubazir.

Untuk diketahui, ada dua kabupaten yang melapor ke Dinas Kesehatan, salah satunya Lampung Tengah. Mereka lapor bahwa vaksin akan kedaluwarsa jadi pihak Dinas Kesehatan Lampung langsung komunikasi ke kementerian apakah vaksin Pfizer dapat digunakan untuk booster.

“Kami sudah mendapatkan izin dari kementerian makanya digunakan untuk booster vaksin yang mau kedaluwarsa itu, karenakan mencari sasaran pertama dan kedua vaksin yang sudah-sudah sangat sulit, jadi setiap yang datang ingin booster kami layani,” tutupnya. (san).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *