Excavator Bantuan MKP Bekerja Baik Lakukan Pendalaman Kanal Main Inlet Bumi Dipasena Sentosa

| 275 views

Lampungnewspaper.com – Perbaikan Infrastruktur pertambakan (Kanal Inlet dan Kanal Outlet) secara mandiri masih terus dilakukan oleh Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung). Kali ini, perbaikan dilakukan di wilayah Bumi Sentosa, Kec. Rawajitu Timur, Tulangbawang, pada Kanal Main Inlet Blok 01.

Excavator bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2020 diturunkan untuk melakukan pendalaman kanal yang kondisinya sudah hampir menjadi daratan karena tumpukan sedimentasi. Kondisi seperti ini menyulitkan petambak Blok 01 untuk mendapatkan air untuk kebutuhan budidaya, karena air dari laut tidak bisa masuk.

Dengan di keruknya kanal Main Inlet Blok 01 ini, masyarakat petambak Blok 01 Bumi Sentosa Kecamatan Rawajitu Timur Tuba, mengaku sangat senang dan memberikan tanggapan positif.

“Pengerukan Main Inlet ini memang sangat kami tunggu-tunggu, sudah dua tahun ini kami tidak bisa menikmati air bagus dari laut untuk budidaya, karena air tidak bisa masuk. Kanal besar saluran air dari laut sudah menjadi daratan akibat sedimentasi, Selama ini untuk budidaya tambak kami gunakan air tawar, sehingga angka kematian (Mortalitas Rate) udang pada saat ditebar menjadi sangat tinggi mencapai 50 sampai dengan 80%,” kata Supomo salah satu warga.

Terimakasih kepada P3UW Lampung dan Masyarakat yang telah bahu membahu mensukseskan program Investasi 1000/kg udang untuk perbaikan Infrastuktur pertambakan. Pengerukan main inlet ini bagi kami akan memberikan harapan baru, untuk keberlangsungan dan suksesnya budidaya.

Sementara itu Kepala Devisi alat berat P3UW Lampung menyampaikan, setelah selesai pembuatan pintu DAM excavator bantuan MKP langsung melakukan pendalaman kanal Main Inlet, pengerjaan dimulai dari tanggal 04 maret 2021. Panjang Kanal 4 Km, lebar 12 Meter dan kedalaman penggalian 1,5 Meter, waktu kerja excavator 1500-2000 HM (Hour Meter), 180 – 200 Hari kerja, estimasi biaya 700-900Juta.

“Sumber pendanaan murni dari swadaya Masyarakat setempat yang dihimpun dari Program Investasi 1000/kg udang (investasi seribu rupiah dari setiap Kg udang dipanen ), sebuah program swadaya anggota P3UW untuk biaya Revitalasasi infrastruktur budidaya secara mandiri,” urai Arizal (Fay/Mad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *