Masyarakat Karta Minta Pemkab Tubaba Pugar Makam Kramat Minak Suttan

| 1076 views

Lampungnewspaper.com – Makam kramat minak Suttan yang terletak di Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) kondisinya membutuhkan perbaikan. Karena saat ini beberapa bangunannya sudah mulai lapuk termakan usia.

“Kami minta bantuan kepada pak Bupati Umar Ahmad dan Pemkab Tubaba, untuk memperbaiki bangunan Kramat Minak Suttan di Karta yang bangunannya sudah banyak yang rusak pak,” Kata Solda warga RK.05, RT.02 Tiyuh Karta, Minggu (24/1) saat berbincang bersama Lampung Newspaper dalam sebuah kesempatan.

Beberapa bangunan yang kondisinya rusak saat ini antara lain, tembok pagar Kramat roboh, pagar besi kramat patah dan rusak serta cat yang sudah kusam memudar. Sementara akses jalan masuk juga membutuhkan perbaikan seperlunya.

“Kramat minak Suttan diperbaiki oleh Pemkab Tubaba pada tahun 2013 dan pembangunan Mushola Kramat pada tahun 2009. Kramat ini juga ramai dikunjungi para peziarah baik dari Tubaba maupun luar daerah. Karena diyakini memiliki karomah bagi peziarah yang datang,” jelasnya.

Diketahui berdasarkan keterangan tokoh tiyuh Karta M. Shaleh gelar Minak Mangku Bumi bahwa, di dalam area makam terdapat beberapa tokoh penyebar agama Islam yang dimakamkan di area Kramat Minak Suttan. Dimana mereka bermukim di Tiyuh Karta pada beberapa abad yang lalu.

“Di area makam Kramat Menak Suttan terdapat pusara makam yang dikramatkan antara lain, Minak Suttan, Sang Adam, Tuan Alim, Pecalang Dalem, Prajurit Macak Padang, Prajurit Brajo Sesang, Prajurit Tejang Buwok dan Prajurit Tejang Tanggai,” terang M Saleh gelar Minak Mangku Bumi, Minggu malam, (24/1) saat berbincang seusai Shalat Isa di Masjid Muttaqin Tiyuh Karta.

Diceritakan lebih lanjut oleh Minak Mangku Bumi bahwa, Minak Suttan memiliki nama asli Sultan Hadi Agung bin Kartosono yang mempunyai beberapa prajurit, yang kala itu masih menganut kepercayaan agama Budha. Dalam perkembangannya kerabat Sang Adam diperintah Minak Suttan menjemput Tuan Alim yang kala itu sedang berdakwah menyebarkan
agama Islam di Komering Betung Sumatera Selatan dan akhirnya Tuan Alim bersama Pecalang dalem datang ke Tiyuh Karta untuk selanjutnya menyebarkan agama Islam.

Tuan Alim memiliki cara menyebarkan ajaran agama Islam yakni dengan cara mengajari masyarakat memancing ikan agar mendapatkan hasil yang banyak. Yang dikala itu menjadi mata pencarian masyarakat Karta.

“Kalau mau memancing mendapatkan ikan banyak ada bacaannya, yakni membaca dua kalimah syahadat itu yang diajarkan pertama kali oleh Tuan Alim kepada masyarakat Karta,” cerita Minak Mangku Bumi.

Diakhir perbincangan singkat itu, Minak Mangku Bumi mengatakan, itulah awal datangnya ajaran agama Islam di Tiyuh Karta hingga sampai sekarang.(SURMADI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *