Malam Pergantian Tahun Baru di Bandarlampung Kondusif

| 277 views

LAMPUNGNEWSPAPER.COM – Malam pergantian tahun baru ditengah pandemi Covid-19 di pusat Kota Bandarlampung berlangsung kondusif tanpa kerumunan masa di tempat keramaian, Jumat (1/1).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung melalui Juru Bicara Ahmad Nurizki Erwandi.

“Kita sudah tahu, dan surat edaran sudah disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya, bahwa tidak boleh ada kegiatan perayaan tahun baru di kota Bandar Lampung karena akan menyebabkan kerumunan. Hal ini berpotensi menjadi penyebab penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya melalui surat edaran Walikota Kota Bandarlampung diinstruksikan agar kafe, restoran, karaoke, mall dan tempat hiburan lainya, pukul 22.00 WIB harus sudah tutup.

“Walikota Bandarlampung Herman HN selaku ketua satgas bersama Forkopimda kota serta Provinsi telah melakukan tinjauan ke beberapa titik,” katanya.

Sejumlah ruas jalan juga dilakukan penutupan bekerja sama dengan Satlantas Polresta Bandarlampung. “Ada sekitar tujuh titik jalan yang kita tutup. Alhamdulillah berjalan lancar, meskipun cuacanya hujan deras namun personil tetap menjalankan tugasnya,” terangnya

Dia mengatakan, Walikota Bandarlampung Sellku ketua Satgas juga telah membuat SPT kepada seluruh Kepala OPD untuk turut memantau dan jadi pengawas di 20 kecamatan berkoordinasi dengan camat setempat, lurah, dan Linmas.

“Pemantauan dilakukan hingga ke kampung-kampung supaya tidak terjadi pelaksanaan perayaan tahun baru yang menyebabkan kerumunan,” ucapnya

Jika ada kerumunan, lanjut Nurizki, pastinya dibubarkan melalui tim Satgas dari tingkat kota hingga kelurahan. “Pemantauan ini akan kita lakukan hingga pukul 03.00 WIB dinihari nanti. Jika didapati tempat hiburan yang masih tetap beroperasi hingga larut malam, pastinya akan kita tutup. Jika bandel akan ada tindakan kebih lanjut,” tegasnya.

Menurut Nurizki, sampai dengan saat ini situasi malam pergantian tahun baru di Kota Bandarlampung cukup kondisif. “Tidak ada kerumunan di tempat yang biasanya menjadi konsentrasi masa seperti di PKOR, Simpang Lungsir, Tugu Adipura, dan Taman Gajah. Semua sepi karena akses jalan juga kita tutup,” pungkasnya. (har/apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *