Dikawal Penyuluh, Gapoktan Tetap Eksis Disaat Pandemi Covid 19

| 252 views

LAMPUNGNEWSPAPER.COM – Giat semangat Gapoktan yang tidak menyerah pada saat Pademic Covid-19. Apalagi pertanian menjadi ujung tombak ketersedian Pangan Nasional sehingga di Kecamatan Mesuji Provinsi Lampung diawal bulan April sampai dengan Mei masih panen Raya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Prof. Dr. Dedi Nursyamsi mengatakan, tugas Penyuluh Pertanian saat pandemi ini harus lebih giat lagi dan tetap produktif.

‚ÄúPara penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pendistribusian berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan,” terang Dedi.

Kata Dedi, luas sawah padi rawa di Desa Sumber Makmur Kecamatan Mesuji yang akan dipanen pada minggu pertama 85 Ha dari potensi panen 394 ha. “Dari luas sawah tersebut, baru sebagian yang dilakukan panen dikarenakan penanaman tidak serentak. Saat ini dilakukan panen raya perdana padi oleh Bapak Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Bapak Camat,” terangnya.

Dalam kesempatan yang saman, Bupati Saply mengatakan, bahwa mesuji masih tetap bisa panen dalam kondisi pandemi covid-19.

“Alhamdulilah Kabupaten Mesuji tetap panen berkat kerjasama dan koordinasi semua pihak,” ucap bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian mengatakan, bahwa gapoktan tetap eksis ditengah pandemi virus covid 19. “Dan bahkan petani merasa sehat dengan berjemur sekaligus melakukan pengelolaan usahataninya,” terangnya.

Sesuai arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global ini.

Program Kementerian Pertanian Konstratani menurut Ketua Gapoktan Sumber Tani Budi Saptono mengatakan, peran konstratani Kecamatan Mesuji sangat terasa dalam transfer informasi teknologi, dengan bimbingan dan pendampingan dari penyuluh, dalam melakukan inovasi agar produktivitas setiap tahunnya meningkat. “Ini terbukti untuk panen kali ini dari hasil ubinan 7 ton per hektan gabah kering panen dibandingkan dengan panen sebelumnya kurang lebih 6 ton,” terangnya.

Ketua Gapoktan mengajak seluruh anggotanya untuk menggunakan benih unggul, pemupukan sesuai rekomendasi dan selalu melakukan pengamatan terhadap serangan hapen secara berkala dan kontinyu sesuai apa yang di sarankan oleh penyuluh. (lnp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *