Kementan Dorong Tingkatkan Kapasitas Para Penyuluh Dan Petani

| 452 views

lampungnewspaper.com – Kementrian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, akan senantiasa mendampingi dan meningkatkan kapasitas para penyuluh dan petani.

“Dan sudah kita lakukan secara tematik bahwa banyak tema-tema potensial di Lampung. Mungkin nanti akan ada petani lada dan sebagainya, jadi tergantung potensial di Lampung, itu yang akan kita genjot bahwa bagaimana caranya pera petani yang ada di Lampung bisa mengelola usaha taninya dengan sebaik baiknya,” terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian di Bapeltan Lampung, Jumat (6/3/2020).

Sekarang, lanjutnya, orientasinya harus bisnis harus menguntungkan. Jadi harus dihitung dengan benar dalam melakukan usaha.

” Dihitung yang bener dari awal bahwa bener-benar harus menguntungkan, tadi juga sebetulnya sudah di kasih contoh oleh Mas Watijo, yang bagaimana kopinya di tahun pertama hanya 3 kwintal per-hektar dan dengan ketekunannya dia bisa mendapatkan 6 kwintal per-hektar dan itu peningkatan yang sangat luar biasa itu, 12 kali lipat dalam sekian tahun jadi produktifitas itu tetap nomor 1. Dan jangan lupa untuk bisnis itu kualitas,” bebernya.

Meski begitu, kata dia, yang namanya usaha itu pasti ada kedalanya dan pasti ada tingkat kesulitan. Karena itu jangan pernah menyerah untuk terus berusaha dan mencoba.

“Tadi Mas Watijo (petani sukses berwirausaha kopi, red) itu cerita ke kita, dia udah bangkrut beberapa kali tapi tetap bangkit. Jadi memang nomor satu itu tetap semangat untuk terus berusaha juga semangat untuk terus berkarya, jangan sampai ada halangan dikit saja memble,” katanya kepada awak media.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa pelaku usaha tani yang sudah sukses dalam usaha kopi tersebut, sudah memberikan contoh, bagaimana menjaga kualitas.

“Ada semut jangan di semprot dan itu berpengaruh terhadap rasa kalau berpengaruh terhadap rasa, nanti orang tidak akan mau minum kopi itu akhirnya apa? pemasaran akan turun. Jangan lupa kontinuitas artinya produksi itu harus ada terus,” lanjutnya.

Terkait kesulitan dalam berwirausaha tani, pihak dari kementerian itu akan terus mendorong. Misalnya, terkait sertifikasi ini yang bisa di lakukan oleh pemetan, dan pemetan itu bisa melakukan verifikasi.

“Misalkan seperti organik akan bisa kita lakukan. Kemudian sertifikasi untuk keahlian untuk para petani dan dengan keahliannya nanti akan ada sertifikasi, sertifikasi itu yang akan menentukan dia berhak melaksanakan itu atau tidak di usaha taninya. Kita akan tetap mendorong, dan tadi kita sudah berkomikasi dengan pemda untuk masalah perizinan dan itu bisa kita selesaikan dengan silaturahim ke pemerintah daerah dan bisa diskusi dengan bupati-bupati dan kepala dinas dll, dan perlu kita tau setiap masalah pasti ada solusi, tidak ada yang tidak mungkin. Yang paling penting adalah kita harus tetap maju, bangkit dan tidak boleh kendor, jika jatuh bangkit lagi dan sampai betul-betul sukses,” pungkasnya. (man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *