Penertiban PKL di Lokasi M3, Djohan Minta Dinas Ajak Dialog Jangan Hanya Disurati

Wakil Walikota Metro Djohan meminta dinas untuk duduk bersama pedagang kaki lima (PKL). Hal itu menyusul rencana relokasi PKL atas lanjutan pembangunan Metro Mega Mall (M3).

“Jangan kita hanya memberikan surat kepada pedagang soal penertiban, tapi kita ajak dialog pedagang. Kita mau menertibkan diajak dong dialog,” ujarnya dikonfirmasi awak media.

Meski begitu, kata Djohan, pedagang juga harus merespon sikap pemerintah. Ini terutama dapat menghadiri saat pemkot mengajak untuk berdialog.

“Jangan saat diundang, pedagang tidak datang. Jadi tidak ada komplen kedepannya. Karena itu saya minta dinas agar dilakukan dialog sebelum penertiban,” ungkapnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Metro bersama TP. Nolimax Jaya kembali menandatangani perubahan perjanjian kerjasama (Addendum). Penandatanganan perjanjian dilakukan mengingat adanya perubahan luas lahan yang akan dibangun oleh PT Nolimax Jaya.

“MoU pemerintahan sebelum saya itu kan untuk pembangunan di lahan seluas 25.000 meter persegi. Karena Shopping dan lain sebagainya itu tidak segera dibangun, maka kita minta, kita tagih. Sehingga MoU itu kita rubah dengan Addendum III,” terang Walikota Metro Achmad Pairin dikonfirmasi Radar Metro.

Menurutnya, dari perubahan perjanjian tersebut lahan yang awalnya seluas 25.000 m2, kini berubah menjadi 15 ribu lebih m2. Sementara itu, yang sudah dibangun menjadi bangunan Metro Mega Mall seluas 13.000 lebih m2. Artinya masih ada seluas 1.296 m2 lahan yang dialihkan.

“Awalnya dari perjanjian lahan parkir Pasar Cenderawasih ini masuk dalam perjanjian dan milik PT Nolimax Jaya. Namun dari addendum ini lokasi parkir Pasar Cenderawasih dipindahkan ke lokasi belakang Pasar Shopping,” paparnya.

Menurutnya, dari perjanjian awal lokasi halaman Pasar Cenderawasih akan dibangun. Namun ia tidak menyetujui pembangunan di halaman tersebut. Karena menurutnya, sebagai pasar seharusnya lokasi tersebut harusnya untuk lokasi parkir.

“Awalnya halaman Pasar Cenderawasih itu mau dibangun semua, saya tidak boleh. Karena yang namanya pasar harus ada tempat parkir, harus ada fasilitas umum, harus ada tempat membuang sampah. Selain itu kita juga harus antisipasi kalau ada kebakaran. Jadi apa pun bentuknya, saya tidak mau kalau halaman parkir ini dibangun. Makanya kita alihkan di lokasi belakang Pasar Shopping,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *