Berita Terkini

Senin, 13/03/17 | 19:51 WIB
Pengelolaan Pulau Kecil Tunggu Juknis
Senin, 13/03/17 | 19:50 WIB
Gubernur Apresiasi Promo Garuda
Senin, 13/03/17 | 19:50 WIB
Tol Bergantung Anggaran Pusat
Senin, 13/03/17 | 19:49 WIB
104 Koperasi Bakal Dibubarkan
Senin, 13/03/17 | 19:48 WIB
Khawatirkan Harga Gabah Terus Turun
Senin, 13/03/17 | 19:48 WIB
Pemprov Percepat Pembangunan Sektor Kesehatan



Gakumdu Tuba Masih Dalami Laporan

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF
TUBA - Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) masih terus menangani laporan pelanggaran Pilkada. Kebanyakan laporan yang masuk laporan dari Pasangan Calon (Paslon) Petahana nomor urut 2 Hanan A. Rozak - Heri Wardoyo (Handoyo).
Hal ini dikatakan Ketua Panwaslu Tuba, Komi Pelda, kepada Wartawan ketika ditemui di Kantor Panwaslu setempat, bahwa sedikitnya ada 6 laporan setelah pencoblosan tanggal 15 Februari 2017 yang lalu, banyak diantaranya yakni laporan dari timses Handoyo dengan laporan dugaan Pelanggaran Pilkada dari Paslon lain.
"Laporan pelanggaran tersebut yakni tentang pembagian baju batik, laporan pemilih yang tidak dapat memilih, dan adanya laporan pemilih yang tidak sesuai undangan," ujar Komi Pelda sambil tersenyum.
Selain menangani laporan pengaduan dari timses Handoyo tersebut, pihak Panwaslu juga menangani adanya laporan pengaduan Operasi Tangkap Tangan (OTT) money politics yang diduga dilakukan oleh Paslon nomor urut 2, laporan pengaduan OTT money politics ini berasal dari timses nomor urut 3, Winarti - Hendriwansyah (Win-Hen).
Sementara ketika disinggung adanya beberapa orang Panwascam yang berkumpul di Hotel Sarbini, Kecamatan Menggala, Komi Pelda membenarkannya karena para Panwascam tersebut melaporkan hasil Pengawasan mereka kepada Panwaslu Kabupaten setempat.
"Itu adalah laporan pengawasan, disini (Kantor Panwaslu Tuba), karena banyak Polisi dan Tentara, maka mereka beralih ke Hotel Sarbini dengan Divisi Pengawasan," ujar Komi Pelda tanpa ragu sedikitpun.
Untuk sekedar diketahui, saat Wartawan berada di Aula Panwaslu setempat, ada Ketua Panwascam Kecamatan Gedung Meneng, sampai ke Panwaslu Tuba.
Belum sempat diwawancari, Ketua Panwascam yang bernama Marhendi ini langsung dibawa Komi Pelda beserta anggota Gakkumdu dari Polres Tuba masuk keruang riksa. Pemeriksaan Ketua Panwascam Gedung Meneng ini diduga kuat diperiksa sebagai saksi atas laporan masuk dari timses Handoyo. (mad/een)



Baca Juga
Berita Lainnya