Berita Terkini

Senin, 13/03/17 | 19:51 WIB
Pengelolaan Pulau Kecil Tunggu Juknis
Senin, 13/03/17 | 19:50 WIB
Gubernur Apresiasi Promo Garuda
Senin, 13/03/17 | 19:50 WIB
Tol Bergantung Anggaran Pusat
Senin, 13/03/17 | 19:49 WIB
104 Koperasi Bakal Dibubarkan
Senin, 13/03/17 | 19:48 WIB
Khawatirkan Harga Gabah Terus Turun
Senin, 13/03/17 | 19:48 WIB
Pemprov Percepat Pembangunan Sektor Kesehatan

Economic Development

Mentan Panen Padi dan Percepat Serap Gabah PetaniMentan Panen Padi dan Percepat Serap...
article thumbnailMENTERI Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen raya padi di Jawa Timur dan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergab), Selasa (7/3/2017).
Hal ini guna menindaklanjuti arahan...




Paslon Sepakat Turunkan APK

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

 
TUBA - Lima hari jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tulang Bawang (Tuba), dan sehari menjelang masa tenang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuba bersama LO ketiga Pasang Calon (Paslon) pada Jum'at siang menggelar rapat koordinasi (Rakor).
Dalam rakor tersebut, didapat beberapa kesepakatan seperti Paslon sepakat untuk menurunkan alat peraga kampanye (APK) yang terpasang.
Ketua KPU Tuba, Reka Punnata seusai rakor mengatakan dalam rakor tersebut didapat beberapa kesepakatan seperti ketiga paslon sepakat untuk menurunkan APK.
"Jadi beberapa hal yang didapat dari rakor memasuki masa tenang dan persiapan perhitungan suara dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tuba tahun 2017, seperti Paslon sepakat untuk menurunkan APK yang terpasang seperti spanduk, baliho, banner, dan semua APK yang berbau kampanye di kampung kampung dan seluruh pelosok Tuba, karena per tanggal 12 Februari sudah memasuki masa tenang," ucapnya, Jum'at (10/2).
Bunk Reka-sapaan akrabnya menambahkan selain itu, berdasarkan peraturan yang ada, tidak boleh ada aktivitas Politik pada masa tenang pada 12-14 Februari 2017. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada siapa pun untuk ikut menjaganya.
"Hormati orang yang membutuhkan ketenangan untuk memilih calon pemimpin. Dan, tidak membuat kegiatan untuk mengganggu ketenangan hari H," tambahnya.
Reka melanjutkan, maksud dari pemberian masa tenang selama tiga hari sebelum pencoblosan. Pertama, membuat suasana tenang menjelang pemungutan suara.
Kedua, memberikan kesempatan pemilih untuk mempertimbangkan para calon berdasarkan pengetahuan masing-masing terhadap mereka selama masa kampanye.
Ketiga, masa tenang untuk membersihkan semua alat peraga Pilkada yang ada di ruang publik.
Menurutnya, Paslon Bupati dan wakil Bupati Tuba dilarang melaksanakan kegiatan kampanye selama masa tenang. Jika ada pasangan calon yang nekat menggelar kampanye di masa tenang, akan diberlakukan sanksi tegas.
Selain itu, lanjut Reka terdapat beberapa kesepakatan lain seperti bersama sama mensukseskan pengiriman logistik.
Sementara, Komisioner Panwaslu Tuba, Suyani mengatakan jika ada informasi yang diterima mengarah kepada kampanye dimasa tenang, kemudian jika terbukti, pasangan calon dapat dikenakan pasal yang berkaitan dengan kampanye diluar jadwal yang ditetapkan KPU. (mad/asf)


Baca Juga
Berita Lainnya