Berita Terkini

Senin, 13/03/17 | 19:51 WIB
Pengelolaan Pulau Kecil Tunggu Juknis
Senin, 13/03/17 | 19:50 WIB
Gubernur Apresiasi Promo Garuda
Senin, 13/03/17 | 19:50 WIB
Tol Bergantung Anggaran Pusat
Senin, 13/03/17 | 19:49 WIB
104 Koperasi Bakal Dibubarkan
Senin, 13/03/17 | 19:48 WIB
Khawatirkan Harga Gabah Terus Turun
Senin, 13/03/17 | 19:48 WIB
Pemprov Percepat Pembangunan Sektor Kesehatan
LIVE STREAMING

Economic Development

Mentan Panen Padi dan Percepat Serap Gabah PetaniMentan Panen Padi dan Percepat Serap...
article thumbnailMENTERI Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen raya padi di Jawa Timur dan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergab), Selasa (7/3/2017).
Hal ini guna menindaklanjuti arahan...




Tol Bergantung Anggaran Pusat

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF


BANDARLAMPUNG  - Tim persiapan pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengaku, akan mengimbangi target yang diberikan oleh Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) soal diaktivkannya beberapa ruas.
Ketua Tim Persiapan Pembebasan Lahan JTTS Adeham mengatakan, untuk pengerjaan fisik diserahkan kepada Badan Umum Milik Negara (BUMN) yang bersangkutan.
Di mana, saat ini pihaknya bertanggungjawab sampai dengan penetepan lokasi dan seterusnya menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tim appraisal (penaksir).
Dijelaskan dia target dari pemeritah pusat tersebut bergantung dengan kesiapan anggaran  yang disediakan oleh pemerintah pusat. Di mana, saat ini pembebeasan lahan tahap I sudah mencapai 80 persen dari 140 km Bakauheni-Terbanggi Besar. “Kewenangan kami hanya sampai ke penlok. Pemprov ini kan hanya sekedar mengawal saja. Selebihnya koordinasi saja,” jelasnya.
Asisten II Bidang Ekbang ini mengatakan, untuk mencapai target tersebut memang harus ada koordinasi yang pekat antara beberpaa element terkait pembangunan JTTS ini. ”Terkadang kan antara BUMN dan BPN saling tunggu. BUMN pengerja fisik, tidak bisa bekerja jika pembebasan lahan belum selesai. Sementara BPN juga butuh proses. Tapi proress kan sudah ada,” jelasnya.
Diketahui, Pembangunan fisik Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap I Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km di Provinsi Lampung telah mencapai 20 persen.
Ditargetkan, Pada tahun 2017  beberapa ruas dapat diselesaikan yaitu ruas Pelabuhan-Bakauheni (8,9 km) dan ruas Lematang-Kota Baru (5,64 km) di bulan Maret 2017, serta ruas Branti-Metro (13,5 km) dan ruas Gunung Sugih-Terbanggi Besar (10 km) pada bulan Desember 2017. Sisanya ditargetkan selesai pada 2018," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (6/3/3017).
Ruas Pelabuhan-Bakauheni, adalah bagian dari Paket I jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 39,4 km yang dikerjakan oleh PT PP. Dengan adanya ruas ini, nantinya pengguna jalan dari Pelabuhan Merak yang menyeberang dan turun di Pelabuhan Bakauheni, bisa memilih untuk langsung masuk langsung menggunakan jalan tol atau pun menggunakan jalan nasional biasa untuk melanjutkan perjalanan.
Ruas Lematang-Kota Baru, merupakan bagian dari Paket II jalan tol Bakauhei-Terbanggi Besar sepanjang 40,6 km yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Pantauan detikFinance di lokasi, ruas Lematang-Kota Baru adalah yang paling maju perkembangan konstruksi fisiknya ditandai dengan sudah dibetonnya permukaan jalan lengkap dengan marka jalan dan penunjuk arah.
Ruas Beranti-Metro, adalah bagian dari Paket III jalan tol Bakauhei-Terbanggi Besar sepanjang 29,5 km yang dikerjakan PT Adhi Karya.
Sementara ruas Gunung Sugih-Terbanggi besar adalah Paket IV atau paket terakhir jalan tol Bakauhei-Terbanggi Besar sepanjang 31,4 km yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya.
Pimpro Hutama Karya Slamet Sudrajat mengatakan, pada November silam. progres rigit dari empat paket di tahap I, baru mencapai 12 km saja.
Namun demikian, saat ini dari empat paket tersebut  sudah mencapai 18,13 km. yang terdiri dari paket I 4,9 km, Paket II 6,3 km, paket III 3,430 km, dan paket IV 3,50 km.
“Sudah kok, ada progresnya. Soal tiang lampu jalan yang kebanyakan di Sabah balau juga sudah terpasang kok tinggal bagaimana penerangannya saja nanti,” jelasnya.
Dijelaskan dia, paling tidak berdasarkan Perpres no 117/2015/jo.no.100/2014, tentang percepatan pembangunan Jalan tol di Sumatera, bahwa palinng lambat pada 2019, ruas JTTS sudah bisa digunakan.
“Paling tidak kita harus mengikuti target itu,” jeasnya.
Dia juga mengatakan pihaknya harus mengimbangi pengerjaan pembebasan lahan yang ada. Di mana, dalam upaya yang dilakukan adalah membentuk dan mengerjakan pengerjaan fisik sudah difokuskan kepada empat BUMN taraf nasional..
“Ya beriringan, ketika sudah ada pembebasan lahan yang dilakukan oleh Kementerian, kita langusng mulai proses pengerjaan fisiknya,” jelasnya.
Di beberapa ruas, seperti di paket IV yakni Metro Terbanggi Besar tidak hanya pembangunan rigit saja, akan tetapi ada bebeapa pengerjaan lain diantaranya overpass di STA 136-040,STA 137-104 dan  STA 136-541.
“Kemudian di connecting ke ASDP juga sudah ada progress di Paket I. Ya mudah-mudahan dalam pembebasan lahan bisa enar cepat agar kita bisa langsung on progress,” jelasnya. (abd/een)


Baca Juga
Berita Lainnya