Tim Verivikasi SPS Lampung Siap Turun

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF
BANDARLAMPUNG - Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Lampung telah membentuk tim verifikasi media. Ini sebagai tindak lanjut dari hasil bimbingan teknis (Bimtek) verifikasi media oleh Dewan Pers pusat.
Menurut Ketua Harian Bidang Organisasi SPS Cabang Lampung Taswin Hasbullah, berdasarkan hasil Bimtek, Dewan Pers memberikan kewenangan kepada SPS cabang se Indonesia untuk melakukan verifikasi media di daerahnya.
’’Sejauh ini terdapat sekitar 4.000 media cetak yang memang disarankan mengikuti sertifikasi. Karenanya Dewan Pers memberi kewenangan SPS cabang di setiap daerah untuk membantu melakukan verifikasi media yang hendak mendapatkan sertifikasi Dewan Pers,” ujar Taswin kemarin.
Dia menuturkan, tim verifikasi SPS Lampung akan segera bekerja sesuai arahan dan petunjuk yang sudah ditetapkan Dewan Pers. ’’Tujuannya agar semua media yang ada di Lampung benar-benar merupakan media yang profesional. Baik dari sisi perusahaan media bersangkutan maupun sumber daya manusianya,” kata dia.
Menjelang pelaksanaan verifikasi, Taswin mengingatkan seluruh pimpinan media yang hendak mengikuti sertifikasi mempersiapkan berkas atau dokumen kelengkapan medianya masing-masing. Dengan lebih dulu mendaftarkan medianya sebagai anggota SPS Lampung. ’’Salah satu syarat mutlak untuk mengikuti proses sertifikasi adalah tergabung sebagai anggota SPS,” imbuhnya.
Taswin menambahkan, jalannya verifikasi tidak akan memakan waktu yang lama. Setiap tahapan maksimal hanya memakan waktu 10 hari. ’’Jadi nanti 10 hari di SPS Cabang, 10 hari SPS Pusat, dan 10 hari di Dewan Pers,” paparnya.
Kemudian, untuk bisa lolos sertifikasi setiap media harus memenuhi seluruh persyarakat yang ada. Satu saja tidak tercukupi, media bersangkutan akan diminta untuk melengkapinya terlebih dahulu. Bila tidak, label seritifikasi pun tidak bisa diberikan. ’’Seperti harus adanya visi misi perusahaan. Kemudian salah satu karyawan sudah ada yang memegang kartu wartawan utama, serta sejumlah persyaratan lainnya. Bila satu saja tidak terpenuhi maka sudah bisa dipastikan sertifikasi belum bisa didapat,” terangnya.
Semangat SPS Lampung ini tidak lain guna mendukung upaya Dewan Pers memverifikasi perusahaan media. SPS dan Dewan Pers sepakat melanjutkan program verifikasi perusahaan pers cetak yang selama ini sudah dilakukan kedua belah pihak.
Hal tersebut sejalan dengan mandat Dewan Pers kepada SPS melalui SK Dewan Pers Nomor 01/SK-DP/III/2015 tentang Penetapan Serikat Perusahaan Pers (SPS) sebagai Lembaga Pelaksana Verifikasi Perusahaan Pers Media Cetak, 24 Maret 2015, yang hinggga kini masih berlaku.
SPS meyakini program verifikasi merupakan mekanisme penyehatan pers Indonesia yang dilakukan oleh masyarakat pers sendiri. Karenanya, SPS mengimbau agar pimpinan penerbitan pers aktif mendaftarkan diri melalui SPS cabang masing-masing. Sebab, verifikasi ini menganut konsep proaktif.
Verifikasi tersebut merupakan amanat UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk mendata perusahaan pers. Perusahaan pers yang terverifikasi dipastikan akan mendapatkan perlindungan Dewan Pers jika terjadi sengketa terkait perusahaan pers.
’’Setiap media yang akan mengikuti proses verifikasi akan kita cek apakah berbadan hukum atau tidak, bagaimana strukturalnya termasuk jajaran redaksinya, serta apakah pengelolanya sudah mendapat lisensi standar kewartawanan atau tidak. Jaminan kesejahteraan karyawan pun turut kami cek,” ucapnya seraya menuturkan setiap media yang sudah terverifikasi akan diberikan semacam barcode oleh Dewan Pers yang terhubung dengan sistem data. (sur/een)